Aktifitas Perkuliahan Online Psikologi Islam di masa Pandemi Covid-19


Bumi pertiwi sedang tak bersahabat akibat dari merebaknya pandemi Covid-19, dalam situasi gawat darurat akibat pandemi covid-19 tersebut pemerintah menerapkan sistem social distancing, yaitu pembatasan interaksi baik tatap muka maupun kontak fisik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona (covid-19) yang makin mewabah di Indonesia.

Dengan diterapkannya social distancing ini berdampak juga dalam dunia pendidikan, dimana sistem pendidikan yang mulanya dilakukan secara langsung atau tatap muka dialihkan menjadi sistem online atau daring. Sistem ini berlaku dari sekolah dasar sampai jenjang perguruan tinggi. Meskipun keadaan sedang tidak bersahabat, nyatanya tidak mematahkan semangat belajar para mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, ditambah dengan gejolak semangat yang luar biasa diberikan para dosen di Prodi Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, dimana para dosen selalu memaksimalkan setiap jam perkuliah dengan optimal walaupun melalui pembelajaran secara online.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan pembelajaran online di Prodi Psikologi Islam yakni dengan menggunakan berbagai platfrom pembelajaran online seperti whatsapp messenger, zoom, edmodo, dan berbagai platfrom sejenisnya. Dalam pemberian materipun para dosen berusaha untuk membangkitkan antusias mahasiswa dengan melakukan berbagai pembukaan pembelajaran secara menarik, seperti misalnya absen dengan mengirimkan  swafoto, ataupun absen dengan menggunakan pantun. Seraya memberi semangat dari rumah masing-masing, baik dosen maupun mahasiswa saling bersinergi untuk selalu bersemangat dalam melakukan pembelajaran secara maksimal melalui kuliah online.

Di prodi Psikologi Islam tidak hanya perkuliahan harian yang dilakukan secara online namun prodi psikologi islam pun memaksimalkan kegiatan online dengan tetap melakukan sidang munaqosyah, dan sidang judul Skripsi melalui perkuliahan online, prodi psikologi islam telah melakukan sidang munaqosyah secara online yg diikuti oleh mahasiswa atas nama Amalia Zain, Adinda Khoiriyah, dan Nurhadi.

Amalia Zain salah satu mahasiswa Psikologi Islam yang menjalani sidang munaqosyah menuturkan, terkait sidang munaqosyah yang dilaksanakannya secara online pada Senin 30 Maret 2020 dan diketuai oleh Dr. Abdul Malik Ghozali, Lc, MA berjalan dengan lancar, “Alhamdulillah lancar, rasanya seneng dan malah gak ngerasain tegang sama sekali, ngerjainnya enjoy.” Terangnya.

Selain sidang munaqosyah, sidang judul skripsi pun dilaksanakan secara online. Pada periode pandemic covid-19 saat ini, sidang judul skripsi telah diikuti oleh mahasiswa atas nama Dimas Prastia Putra, Indriani Safitri, Athaya Tsamara, Liona Fransiska, Rina, dan Putri Rahmadini. Saat diwawancarai mengenai persidangan online, Indriani Safitri salah satu mahasiswa yang mengikuti persidangan online mengatakan “Saya sangat bangga dengan Prodi Psikologi Islam, karna pihak prodi maupun dosen selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melakukan kegiatan kampus secara online dengan baik, di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini, dengan begini saya selaku mahasiswa tetap semangat untuk dapat menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai mahasiswa”.

Perkuliahan online yang berlangsung tentunya selain memiliki kelebihan juga memiliki kendala. “sebenarnya ditengah pandemik seperti ini kuliah daring memang menjadi salah satu jalan terbaik, daripada tidak melakukan perkuliahan sama sekali. Karena memang keadaan yang membuat kita seperti ini” jelas Evi Diana salah satu mahasiswa Psikologi Islam semester 4.  Evi juga mengeluhkan terkait praktikum yang terpaksa tidak bisa laksanakan secara tatap muka. Evi juga mengatakan beberapa kendala yang dialami selama kuliah daring seperti kondisi sinyal, borosnya kuota, dan rasa jenuh berada terus berada dirumah karena biasa berinteraksi langsung dengan teman atau dosen di kelas.

Bagi para dosen dan mahasiswa hal terpenting disituasi saat ini adalah saling memberi semangat untuk mengemban tanggung jawab, dosen selalu bertanggung jawab untuk memberi materi secara maksimal, serta mahasiswa bertanggung jawab untuk selalu fokus dan belajar dengan baik. Dengan begini akan ada hikmah untuk kita selalu berlajar dengan maksimal, dan selalu bisa beradaptasi dengan situasi yang tak terduga. Mengutip kalimat baik dari seorang Arthur Wellesley “orang bijak belajar ketika mereka bisa, orang bodoh belajar ketika mereka harus” maka selagi kita bisa maka belajar dengan metode apapun akan selalu membuat kita berkata bisa. (NA/IS/LA)