Menulislah, maka kau akan dikenal


Sebuah kebanggaan bagi Prodi Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, salah satu mahasiswanya yang bernama Ikhtiar Putra Pratama yang berasal dari Kalirejo Lampung Tengah, telah mampu menghasilkan sebuah karya Novel dengan judul “Kunang-Kunang Dalam Lentera”. Hobi menulis sudah menjadi kebiasaan Ikhtiar sejak masa SMA, hingga setelah ia masuk keperguruan tinggi,  semangatnya untuk menghasilkan sebuah karya semakin membara. Selain itu Ikhtiar pun merasa bahwa banyak teman-teman di sekitarnya juga memiliki prestasi yang luar biasa, hal tersebut menjadi salah satu pemacu bagi Ikhtiar untuk bisa menghasilkan prestasi dalam hidupnya.

Ikhtiar adalah seorang mahasiswa yang memiliki tekad tinggi dalam berjuang dan gigih untuk bisa hidup mandiri. Pada perjalanan pembuatan Novel Kunang-Kunang Dalam Lentera, Ikhtiar menjadikan sebuah pacuan agar ia bisa hidup mandiri dalam perantauan tanpa harus merepotkan orang tuanya, sehingga di umur Ihktiar yang masih muda ia ingin sekali bisa menghasilkan uang, salah satunya dengan berkarya.

Saat ditanyakan mengenai proses pembuatan novel miliknya, ternyata Ikhtiar mampu menyelesaikan novel nya dalam waktu yang cukup singkat yakni sejak bulan Desember 2018 dan kemudian ia sudah bisa me launchingkan bukunya di bulan Mei. Ikhtiar berkata bahwa dalam proses yang cepat itu biasanya ia mendapatkan inspirasi saat sedang di kamar kos nya, atau bahkan terkadang juga menulis saat berada di gunung dan persawahan, dengan tujuan agar ia mendapatkan lebih banyak inspirasi.

Acara Launching Novel “Kunang-kunang dalam lentera” karya Ikhtiar P. Pratama berlangsung di Caffe Inspirasi Corner Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (20/7)

Di dalam buku novel ini  terdapat biografi sang penulis. Namun, tidak hanya menulis biografinya saja, penulis juga menceritakan kehidupannya di dalam bukunya. Berawal dari saat penulis masuk SMA di jurusan IPS, lalu di sela-sela kesibukan sekolah, penulis memanfaatkan waktu luangnya untuk berkerja di warnet dan membuat sebuah website serta membuka jasa servis komputer. Penulis mengumpulkan uang yang didapat dari perkerjaan tersebut untuk ditabung.

Penulis juga menceritakan sebuah pengalamannya saat menemukan dambaan hatinya ketika duduk di bangku SMA kelas satu. Penulis juga pernah memenangkan sebuah pertandingan pencak silat dan olimpiade ekonomi, lalu hadiah tersebut sengaja penulis berikan untuk dambaan hatinya tersebut. Tetapi, saat semua itu sudah dicapai, wanita yang menjadi dambaan hatinya meninggal dunia karena kanker otak  yang dideritanya.

Begitulah secara garis besar tentang isi novel tersebut yang tentunya sangat menarik untuk dibaca. Selain sedih dan senang, kisahnya pun memotivati dan memberi pesan moral bagi pembacanya.

Ikhtiar menyatakan, “ Karena ini buku novel pertama saya, tentu masih banyak kekurangan, tapi saya berharap semoga setiap tahunnya bisa menerbitkan buku-buku selanjutnya”. Kisah Ikhtiar adalah sebuah gambaran betapa menulis dapat dilakukan oleh semua orang, mengutip kata-kata dari  Pramoedya Ananta Toer “ Sehebat apapun orang, dia akan ditelan sejarah jika tidak menulis” (IS/DR/MC)